Beranda Muamalah Adab Bersepatu dan berkaus kaki

Adab Bersepatu dan berkaus kaki

686
0

Untuk pakai sepatu dan kaos kaki, Apakah pakai kaos kaki dulu kanan dan kiri,atau pakai kaos kaki dan sepatunya yang kanan dulu?

Islam merupakan agama yang sempurna yang mengatur segala aspek kehidupan manusia, termasuk didalamnya adab berpakaian. Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam biasanya memulai dengan yang kanan terlebih dahulu dalam setiap urusan kebaikan, misalnya berwudlu dan lainnya maupun dalam adab berpakaian, berdasarkan hadis dari sahabat Aisyah


كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ


“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suka memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci dan selainnya.” (HR. Bukhari No 163)


Salah satu praktiknya dalam berwudlu, misalnya keterangan dari Utsman bin Affan


ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذلِكَ


Kemudian beliau mencuci tangan kanannya sampai sikut tiga kali, lalu mencuci tangan kirinya sebagaimana tangan kanan (tiga kali) (HR. Muslim No 226)


Dari keterangan diatas jelaslah bahwa beliau mencuci tangan kanan terlebih dahulu baru kemudian tangan yang kiri sampai sikut sebanyak tiga kali, tidak mendahulukan semua yang kanan pada tiap tahapan kaifiyat, tapi setiap tahapan kaifiyat wudlu, mendahulukan kanan kemudian kiri beliau.

Jika diterapkan dalam kasus tahapan berkaus kaki dan bersepatu, maka terlebih baik sunahnya berkaus kaki terlebih dahulu dengan kaki kanan, lalu kaki kiri, kemudian bersepatu dengan mendahulukan kaki kanan, lalu kaki kiri.