Beranda Fikih Apa Hukum Jual Beli dengan Non Muslim ?

Apa Hukum Jual Beli dengan Non Muslim ?

213
0

Dalam urusan mumalah asalnya adalah boleh kecuali ada dalil yang melarang. Kami belum menemukan dalil yang melarang bahwa jual beli dengan non muslim atau yang menyatakan bahwa syarat jual beli adalah mesti muslim, sehingga jual beli dengan non muslim menjadi tidak sah. Justru kami menemukan dalil bahwa Rasulullah Saw pernah berjual beli dengan non muslim, pertama jual beli dengan seorang Yahudi, berdasarkan hadis dari sahabat Aisyah Ra sebagai berikut :


اشْتَرَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَهُودِيٍّ طَعَامًا بِنَسِيئَةٍ وَرَهَنَهُ دِرْعَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membeli makanan dari orang Yahudi secara angsuran dan menjaminnya dengan menggadaikan baju besi Beliau”. (Hr Bukhari, Sahih al-Bukhari, 3/62)

kedua, berjual beli dengan orang musyrik, hadis dari sahabat Abdurrahman bin Abu Bakar

كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ ثُمَّ جَاءَ رَجُلٌ مُشْرِكٌ مُشْعَانٌّ طَوِيلٌ بِغَنَمٍ يَسُوقُهَا فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ بَيْعًا أَمْ عَطِيَّةً أَوْ قَالَ أَمْ هِبَةً قَالَ لَا بَلْ بَيْعٌ فَاشْتَرَى مِنْهُ شَاةً

Kami pernah bersama Nabi ﷺ tiba-tiba datang seorang lelaki musyrik dengan rambut panjang yang kusut dengan menggiring kambing. Maka Nabi ﷺ bertanya: Apakah untuk dijual atau diberikan? Atau sabdanya: Atau dihibahkan? Orang itu menjawab: Bukan, tapi untuk dijual. Lalu Beliau ﷺ membeli seekor kambing darinya. (HR. al-Bukhari: 2064)

Sebagaimana jual beli dengan muslim, maka jual beli dengan non muslimpun mesti terpenuhi rukun dan syarat jual beli serta tidak ada unsur yang diharamkan maka dibolehkan dan sah. diantaranya komoditas perdangangan mesti benda yang halal, bukan perdagangan yang menjadi wasilah kemaksiyatan, tidak ada tipuan, gharar, jahalah, saling ridha tanpa paksaan dan lainnya. Namun seandainya dalam kondisi khusus, maka hukum asal tersebut dapat berubah, misalnya dalam konteks peperangan bisnis, jika tidak ada keberpihakan kepada sesama muslim, maka akan merugikan kaum muslimin secara luas.

Ginanjar Nugraha
Mudir Ma’had Imam al-Bukhari