Beranda Akhlaq Apa itu Wahabi? Apakah PERSIS Wahabi?

Apa itu Wahabi? Apakah PERSIS Wahabi?

792
0

Apakah wahabi itu ? apakah Persatuan Islam (persis) termasuk wahabi?

Nama gerakan Wahabi berasal dari dari nama seorang ulama yaitu Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1791 M), sedangkan Gerakan dan pemahamannya disebut dengan wahabisme, sedangkan pengikutnya disebut dengan wahabi. Sebetulnya nama tersebut bermasalah, karena al-Wahhab merupakan salah satu nama asmaul husna. Jika dinisbatkan kepada nama pendirinya seharusnya Muhammadi, bukan wahabi. Adapun yang menjadi ciri khas Gerakan wahabi ini adalah Gerakan pemurnian tauhid atau purifikasi akidah dari syirik, takhayul dan khurafat. Secara personal, beliau termasuk ulama yang bermazhab Hambali. Namun pada perkembangan berikutnya, para pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab sebagiannya ada yang tetap bermazhab hambali, namun adapula yang non mazhab, dengan semboyan kembali kepada al-Quran dan assunnah sesuai dengan pemahaman salaf, dan berusaha memerangi bid’ah dalam agama.

Sedangkan Persatuan Islam atau persis adalah organisasi Islam yang didirikan pada tanggal 12 September tahun 1923 M di Bandung oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus. Nama Persatuan Islam diberikan dengan maksud untuk mengarahkan ruhul jihad, ijtihad, dan tajdid, berusaha sekuat tenaga untuk mencapai harapan dan cita-cita yang sesuai dengan kehendak dan cita-cita organisasi, yaitu persatuan pemikiran, persatuan rasa islam, persatuan suara islam, dan persatuan usaha Islam. Adapun tujuan dari organisasi persatuan Islam adalah pertama mengembalikan kaum muslimin kepada al-Quran dan ass-sunnah. Kedua membuka ruang ijtihad seluas-luasnya berdasarkan kaidah-kaidah ilmu-ilmu syariat. ketiga, Gerakan tajdid meliputi purifikasi tauhid dan akidah dari takhayul bid’ah dan syirik serta purifikasi ajaran Islam dari bid’ah dan taqlid. Memperluas Islam melalui dakwah dan Pendidikan. Keempat Dinamisasi yaitu pengembangan, pembaharuan dan modenisasi ijtihadiyah yang dapat berubah secara kondisional seperti system organisasi, pengembangan model-model penyelenggaraan Pendidikan, dakwah, ekonomi, dan sebagainya yang tetap berlandaskan pada nilai-nilai dan ajaran Islam yang bersumber dari al-Quran dan as-Sunnah (penjelasan Qanun Asasi dan Dakhili, 2015)

Persamamaan konsep antara wahabi dan persis terletas pada Gerakan purifikasi akidahnya dari takhayul, syirik dan bid’ah. Jika ditelurusi lebih dalam pemahaman purifikasi tersebut bukanlah konsep baru, tapi merupakan konsep yang berakar dari ajaran Islam itu sendiri yaitu al-Quran dan as-Sunnah dan secara praktik berakar dari amal para salafullsalih. Kedua, secara genealogis, lahirnya persis bukan diilhami oleh adanya Gerakan wahabi, tapi merupakan respon terhadap situasi dan kondisi umat Islam di Indonesia serta spirit pembaharuan bukan hanya dari syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, tapi juga dari kalangan modernis seperti Syaikh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha melalui majalahnya al-Urwah al-Wutsqa yang dibaca oleh para ulama Persis awal. Ketiga, ada perbedaan konsep dalam kembali kepada al-Quran dan Sunnah, jika wahabi kembali kepada pemahaman salafussaleh yaitu sahabat dan tabiin atau sebagiannya masih berpegang kepada mazhab tertentu yaitu Hambali. Adapun persatuan Islam kembali kepada al-Quran dan as-Sunnah sesuai dengan yang dikehendaki oleh nash tersebut yang difahami berdasarkan kaidah-kaidah ilmu Syariah, teruji dalil-dalilnya baik secara wurud maupun dalalah. Keempat, semata ada persamaan sebagian konsep, khususnya Gerakan purifikasi akidah, bukan berarti dapat disamakan secara keseluruhan. Kelima, secara genealogis guru murid, para ulama persis awal, tidak ada satupun yang berguru secara langsung kepada para guru yang berpemahaman langsung sebagai murid dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab.

Dengan demikian persatuan Islam bukanlah wahabi, karena perbedaan identitas, genealogis dan konteks lahirnya Gerakan. Namun ada persinggungan pemahaman antara ajaran wahabi dengan persatuan Islam, diantaranya Gerakan purifikasi akidah dari syirik, bid’ah dan takhayul.

Ginanjar Nugraha