Beranda Fikih Bolehkah Perempuan Nifas mengganti Qadha dengan Fidyah ?

Bolehkah Perempuan Nifas mengganti Qadha dengan Fidyah ?

486
0

Bagi orang yang sakit atau dalam keadaan safar, rukhsahnya diperbolehkan untuk berbuka, namun bagi keduanya wajib membayar qadha atau mengganti saum pada hari yang lain. Adapun bagi yang terkategori mutiq, yaitu orang yang payah atau tidak mampu saum, maka wajib menggantinya dengan fidyah, yaitu memberi makan fakir miskin.

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

“Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu), memberi makan orang miskin.” (al-Baqarah: 184)

Adapun orang yang haid mereka diharamkan saum, namun wajib untuk mengqadha atau menggantinya pada hari lain, sebagaimana orang yang sakit dan safar, berdasarkan keterangan dari Aisyah sebagai berikut :

كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ.

“Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ salat.” (HR Muslim, Sahih Muslim, 1/182)

Begitu juga dengan orang yang nifas, karena illatnya sama dengan haid, maka hukum nifas sama dengan orang yang haid. Disamping itu, diperkuat adanya ijma bahwa hukum orang yang nifas sama dengan orang yang haid (Nail al-Authar, 2/239)

Haid dan nifas dalam kajian ushulfiqih masuk dalam kategori mani’ atau penghalang salat. Sehingga orang yang haid dan nifas terlarang untuk salat dan saum. Adapun dalam kasus saum ramadlan, wajib untuk menggantinya sesuai dengan hari dimana dia tidak saum. Berbeda dengan salat, maka tidak diperintahkan untuk mengqadha atau mengganti salat.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa orang yang nifas haram saum ramadhan, namun wajib mengqadha atau menggantinya pada hari yang lain sesuai dengan hari dimana tidak saum, tidak dapat diganti dengan fidyah.

By Ustadz Ginanjar Nugraha