Beranda Akhlaq Fikih Barang Temuan (Luqhatah)

Fikih Barang Temuan (Luqhatah)

1303
0

Jika kita menyimpan barang temuan yang sebelumnya tak bertuan, lalu setelah lewat setahun sang pemilik datang mengambil, apakah itu tetap menjadi hak milik orang yang ingin mengambil tersebut?

Luqathah adalah penemuan sesuau bisa berupa barang, hewan, makanan dan lainnya yang tidak diketahui pemiliknya. Barang temuan terbagi dua, pertama barang yang berharga dan barang yang tidak atau kurang berharga termasuk didalamnya menemukan makanan. Jika kasusnya terkait penemuan makanan atau barang kurang berharga, maka penemunya dapat memenfaatkannya tanpa perlu menyimpan dan mengumumkannya selama satu tahun, berdasarkan hadis dari sahabat Anas bin Malik

مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتَمْرَةٍ فِي الطَّرِيقِ قَالَ لَوْلَا أَنِّي أَخَافُ أَنْ تَكُونَ مِنْ الصَّدَقَةِ لَأَكَلْتُهَا

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan melewati buah-buah kurma yang jatuh di jalan, lalu Beliau berkata: “Seandainya aku tidak takut bahwa pada kurma-kurma ini ada kewajiban shadaqah (zakat) tentu aku sudah memakannya”. (HR. Bukhari, Sahih al-Bukhari, 3/125)

Adapun Jika yang ditemukan adalah barang yang berharga, maka ada beberapa ketentuan hukum terkait dengan kewajiban dari orang yang menemukannya

Pertama, mengambil saksi yang adil, berdasarkan sabda Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam :

مَنْ وَجَدَ لُقَطَةً فَلْيُشْهِدْ ذَا عَدْلٍ أَوْ ذَوِي عَدْلٍ

“Barang siapa yang menemukan barang temuan, maka hendaknya ia memperlihatkan kepada orang yang adil (HR. Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, 2/135)

Kedua, amanah kepada barang temuan dan tidak menyembunyikannya

وَلاَ يَكْتُمْ وَلاَ يُغَيِّبْ

“Janganlah kamu menyembunyikan dan janganlah menghilangkannya (barang temuan) (HR. Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, 2/135)

Dalam hadis yang lain

احْفَظْ وِعَاءَهَا وَعَدَدَهَا وَوِكَاءَهَا

Jagalah olehmu tempat, jumlah dan talinya (barang temuan) (HR. Bukhari Sahih al-Bukhari, 6/199)

Ketiga, mengumumkan selama satu tahun. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika ditanya tentang luqhatah (barang temuan)

مَا كَانَ مِنْهَا فِي طَرِيقِ الْمِيتَاءِ أَوِ الْقَرْيَةِ الْجَامِعَةِ فَعَرِّفْهَا سَنَةً

“Apa yang ditemukan di jalan yang dilalui orang atau jalan sebuah kampung maka umumkan selama setahun (HR. Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, 2/135)

Keempat, seandainya diketahui pemilik barang berharga tersebut, maka berikanlah kepadanya, namun jika tidak ditemukan, maka penemu barang temuan dapat memenfaatkannya. Berdasarkan sabda Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam

فَإِنْ وَجَدَ صَاحِبَهَا فَلْيَرُدَّهَا عَلَيْهِ ، وَإِلاَّ فَهُوَ مَالُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ

kemudian apabila pemiliknya telah datang maka hendaknya ia mengembalikannya kepadanya. Jika tidak maka itu adalah harta Allah ‘azza wajalla yang diberikan kepada orang yang Dia kehendaki.” (HR. Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, 2/135)

Adapun terkait dengan pertanyaan yang saudara tanyakan, maka karena asal dari barang berharga tersebut adalah dikembalikan ke si pemilik barang, maka ketika dipastikan diketahui pemilik aslinya, maka barang tersebut wajib dikembalikan atau diberikan kepada pemiliknya walaupun melebihi batas satu tahun.