Beranda Pakaian Hadis Larangan Perempuan Memakai Emas

Hadis Larangan Perempuan Memakai Emas

648
0

Bagaimana status hadis larangan perempuan memakai emas yang diriwayatkan oleh imam Ahmad ? Billy Joe

Jawab :

Pada dasarnya segala sesuau diluar ibadah hukum asalnya adalah mubah, kecuali ada dalil yang mengharamkannya

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

“Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat”. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. (al-A’raf : 32)

Adapun hadis yang anda maksud anda maksud sebagai berikut :

حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ، عَنْ هِشَامٍ، وَعَبْدُ الصَّمَدِ، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ يَحْيَى، عَنْ مَحْمُودِ بْنِ عَمْرٍو، أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ يَزِيدَ، حَدَّثَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” أَيُّمَا امْرَأَةٍ تَحَلَّتْ قِلَادَةً مِنْ ذَهَبٍ جُعِلَ فِي عُنُقِهَا مِثْلُهَا مِنَ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَأَيُّمَا امْرَأَةٍ جَعَلَتْ فِي أُذُنِهَا خُرْصَةً مِنْ ذَهَبٍ جُعِلَ فِي أُذُنِهَا مِثْلُهَا مِنَ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ” قَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ فِي حَدِيثِهِ: قَالَ: حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ عَمْرٍو، قَالَ: وَأَيُّمَا امْرَأَةٍ جَعَلَتْ فِي أُذُنِهَا خُرْصًا جُعِلَ فِي أُذُنِهَا مِثْلُهُ مِنَ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir dari Hisyam dan dari jalur lain Abdus Shammad berkata, telah menceritakan kepada kami Abdus Shamad dari Yahya dari Mahmud bin ‘Amru bahwa Asma’ binti Yazid telah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “wanita mana saja yang berhias dengan kalung dari emas, maka pada hari Qiyamat kelak akan dikalungkan kepadanya kalung dari api neraka. Dan wanita mana saja yang menjadikan perhiasan dari emas di telinganya, maka pada hari Qiyamat akan diletakkan di telinganya anting dari api neraka.” Abdus Shamad berkata, di dalam haditsnya dia berkata, Mahmud bin Amr telah bercerita kepada kami bahwa “wanita mana saja yang meletakkan perhiasan dari emas di telinganya maka pada hari Qiyamat akan diletakkan di telinganya anting dari api neraka.” (H.R. Ahmad, Musnad Ahmad, 45/559, Ibn Rahuyah, Musnad Ishaq bin Rahuyah, 5/162)

Dalam sanadnya ada rawi yang bernama Mahmud bin Amr al-Anshari, Imam Ibn Hazm mendhoifkannya, Imam Ibn al-Qatthan dan Imam adz-Dzahabi menilainya majhul. Imam Ibn Hibban memasukannya dalam kitab ast-Tsiqat (Mizan al-I’tidal 4/78, Tahdzib at-Tahdzib, 10/58). Sebagai mana diketahui oleh para ulama hadis, bahwa Ibn Hibban mempunyai manhaj yang berbeda terkait tautsiq, diantara manhajnya adalah terkadang mentautsiq rawi-rawi yang majhul, yang berbeda dengan jumhur ulama, sehingga tautsiq beliau tidak berfaidah, karena rawi Mahmud bin Amr bin al-Anshari dimajhulkan oleh Ibn al-Qatthan dan Imam adz-Dzahabi, dan didhaifkan oleh Ibn Hazm. Disamping itu juga jalur riwayatnya tafarrud, tidak ada mutaba’ah, semua melalui Mahmud bin Amr al-Anshari. Dengan demikian status hadis tersebut dhaif, tidak dapat dijadikan hujjah.

Disamping itu bertentangan dengan hadis lain, dari sahabat Ali bin Abi Thalib

إِنَّ نَبِيَّ اللهِ صلى الله عليه وسلم : أَخَذَ حَرِيرًا فَجَعَلَهُ فِي يَمِينِهِ ، وَأَخَذَ ذَهَبًا فَجَعَلَهُ فِي شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ : إِنَّ هَذَيْنِ حَرَامٌ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِي

Sesungguhnya Nabi sallallahu alaihi wa sallam memegang sutera di tangan kanannya dan memegang emas di tangan kirinya, kemudian bersabda : “Sesungguhnya dua benda ini (sutera dan emas) diharamkan bagi kaum laki-laki”  (HR. Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, 4/50)

Sedangkan dalam hadis Ibn Majah ada tambahan

حِلٌّ لإِنَاثِهِمْ

Dihalalkan bagi perempuan (umatku) (HR. Ibn Majah, Sunan Ibn Majah, 4/594)

Dengan demikian kesimpulannya, pertama, hadis larangan perempuan memakai emas derajatnya dhaif, tidak dapat dijadikan hujjah. Kedua, memakai emas bagi perempuan dibolehkan.