Beranda Akidah Hakikat Teluh

Hakikat Teluh

2288
0

Mohon penjelasan tentang hakikat dari teluh. Apakah memang benar-benar terjadi? tamrin

Jawab :

Dalam al-Mu’jam al-Wasith disebutkan bahwa sihir adalah:

كُلُّ أَمْرٍ يَخْفَى سَبَبُهُ وَيُتَخَيَّلُ عَلَى غَيْرِ حَقِيْقَتِهِ وَيَجْرِى مَجْرَى التَّمْوِيْهِ وَالْخِدَاعِ

“Sesuatu yang dilakukan secara tersembunyi dan khayalan atau ilusi sehingga bukan hakekat sebenarnya yang nampak, serta sifatnya pun terselubung dan menipu.”

Sehingga orang arab berkata akhfa minas al-siihr artinya lebih tersembunyi dari sihir untuk menyatakan perkara yang sangat tersembunyi dan menjadi misteri. Bahkan dalam hadis pun ungkapan atau tulisan yang memukau dapat menjadi sihir secara bahasa. Sedangkan secara istilah sihir adalah suatu perkara luar biasa yang sebabnya tersembunyi dari pandangan kebanyakan manusia, padahal hakikatnya bukan sesuatu yang luar biasa karena dibangun atas dasar sebab-sebab yang masuk akal dan dapat dipelajari. Ketika diketahui sebab-sebabnya, maka hilanglah sifat sihir tersebut.

Dalam tafsir al-Manar, Muhammad Rasyid Ridlo membagi sihir rmenjadi tiga macam. Pertama sihir yang dilakukan dengan sebab-sebab yang empirik, namun tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Misalnya santet, teluh dan sejenisnya. Kedua sihir dengan kecepatan tangan tampilan seolah menjadi luar biasa contohnya trik-trik sulap. Ketiga sihir yang dilakukan untuk mempengaruhi jiwa seseorang (sugesti) dalam dunia psikologi, orang yang terpengaruh disebut histeria, misal dari sihir jimat-jimat, wafaq dan rajah masuk dalam kategori sihir ini (Tafsir al-manar, 9/41-42)

Menurut klaim ahli perdukunan, teluh adalah salah satu metode penyerangan yang dilakukan secara jarak jauh. Cara kerja dari teluh tidak jauh beda dengan santet dan tenung. Yaitu, membangkitkan dan mengirim energi negatif melalui kekuatan batin dengan perantaraan jin/setan. Seseorang yang menjadi target dari teluh akan menderita penyakit aneh. Dikatakan aneh karena ketika diperiksakan ke dokter (dianalisa secara ilmiah) tidak ditemukan penyakit apapun. Tapi, sakit tersebut selalu kambuh dan tambah menjadi-jadi (kamus paranormal, Asosiasi paranormal Indonesia). Padahal hakikatnya penyebab teluh bukan sesuatu yang gaib, tapi dapat dijelaskan asal muasal atau sebab akibatnya, bisa berasal dari racun binatang, semisal kodok beracun atau bisa dari ekstrak tumbuhan, misalnya dalam istilah orang sunda disebut werejit, yaitu tumbuhan setinggi manusia yang sangat beracun. Dari cirinya dapat dipastikan bahwa teluh masuk sihir jenis yang pertama. Sedangkan sihir merupakan perbuatan yang haram dan keji. Bahkan disebutkan sebagai dosa besar yang dapat membinasakan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ r قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصِنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ.

Diterima dari Abi Hurairoh RA ia berkata bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Jauhilah oleh kamu tujuh perkara yang membinasakan. Ditanyakan: Ya Rasulullah apakah itu ?. beliau menjawab : Mempersekutukan Allah, sihir, membumuh orang yang telah diharamkan (membunuhnya) kecuali karena ada alasan yang dibenarkan oleh Allah, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan pertempuran, dan membunuh wanita mu’minah yang baik dan tahu memelihara diri, berbuat jahat  (Zina)”. (H.R. Muslim)

Bentuk lain dari sihir berupa jampi-jampi, jimat-jimat dan pelet termasuk dalam kategori syirik, masuk dalam dosa besar

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ r يَقُولُ: إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَالَةَ شِرْكٌ

Diterima dari ‘Abdullah, ia berkata : saya mendengar Rasullah saw. bersabda :”Sesunguhnya jampi-jampi, tangkal-tangkal dan pelet menjadikan musyrik”. (H.R. Ibnu Hibban, Sahih Ibnu Hibban, 7/630)

عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ r: لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةُ مُدْمِنُ خَمْرٍ وَلاَ مُؤْمِنٌ بِسِحْرٍ وَلاَ قَاطِعٌ. ابن حبان, الإحسان بترتيب ابن حبان 7: 648 رقم 6104

Diterima dari Abu Musa Al-‘Asy’ariy, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “tidak akan masuk surga peminum arak, dan tidak akan masuk surga orang yang pecaya kepada sihir dan tidak akan masuk surga orang yang memutuskan persaudaraan”.

مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ. رواه أحمد والحاكم عن عقبة بن عامر

Barangsiapa yang menggantungkan azimah maka ia telah musyrik” (H.R. Ahmad dan Hakim)

Dengan demikian kesimpulannya adalah teluh bagian dari sihir, sedangkan mempelajari dan melakukan perbuatan sihir hukumnya haram dan dosa besar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here