Beranda Akhlaq Hukum membunuh Tokek dan Cecak

Hukum membunuh Tokek dan Cecak

11503
0
  1. Apakah membunuh tokek atau cecak itu diperintahkan nabi Saw ?

Bilal Yasir, bumi Allah

Terkait membunuh hewan ada empat kategori

  1. Binatang yang didalamnya terdapat manfaat dan tidak berbahaya maka ia tidak boleh dibunuh.
  2. Binatang yang mengandung bahaya didalamnya dan tidak bermanfaat maka dianjurkan untuk dibunuh seperti : ular dan binatang-binatang yang berbahaya.
  3. Binatang yang mengandung manfaat didalamnya dari satu sisi namun berbahaya dari sisi lainnya, tidak dianjurkan membunuhnya tidak pula dilarang.
  4. Binatang yang tidak mengandung manfaat didalamnya dan tidak pula berbahaya, seperti : ulat, serangga sejenis kumbang maka tidaklah diharamkan dan tidak pula dianjurkan untuk membunuhnya. (as-Suyuthi Al Asbah an Nazoir, 502)

Al wazagh termasuk hewan yang dianjurkan untuk dibunuh, illatnya karena termasuk hewan yang merusak (fuaisiq) berikut hadis-hadisnya

مَنْ قَتَلَ وَزَغَةً فِيْ أَوَّلِ ضَرْبَةٍ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةٌ وَمَنْ قَتَلَهَا فِيْ الضَّرْبَةِ الثَّانِيَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةٌ لِدُوْنِ الْأُوْلَى وَإِنْ قَتَلَهَا فِيْ الضَّرْبَةِ الثَّالِثَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةٌ لِدُوْنِ الثَّانِيَةِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Siapa yang membunuh wazaghah pada pukulan pertama maka dia akan mendapatkan pahala sekian dan sekian. Dan siapa yang membunuhnya pada pukulan yang kedua maka dia akan mendapatkan kebaikan sekian-dan sekian di bawah kebaikan yang pertama. Dan siapa yang membunuhnya pada pukulan ketiga, maka dia akan mendapatkan kebaikan sekian dan sekian di bawak kebaikan yang kedua.” (HR. Muslim, Sahih Muslim, 7/42)

عَنْ أُمِّ شَرِيكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَقَالَ كَانَ يَنْفُخُ عَلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَام

Dari Ummu Syuraik Ra sesungguhnya Rasulullah Saw memerintahkan untuk membunuh toke dan beliau berkata “ (tokek) merupakan hewan yang meniup (api) kepada Nabi Ibrahim Alaihisslaam (HR. Al-Bukhari, Sahih al-Bukhari 4/141 No. 3359, Muslim, Sahih Muslim 7/42 No. 5981)

عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَسَمَّاهُ فُوَيْسِقًا.

Dari Amir bin Sa’ad dari ayahnya sesungguhnya Nabi Saw menyuruh untuk membunuh tokek dan menamainya fuwaisiq (merusak) (H.R. Muslim, Sahih Muslim 7/42)

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِي الْحَرَمِ الْفَأْرَةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْحُدَيَّا وَالْغُرَابُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ

Dari Aisyah Ra dari Nabi Saw bersabda : lima binatang merusak boleh dibunuh ketika pada waktu ihram yaitu tikus, kalajengking, elang, gagak dan anjing buas (HR. Bukhari, Sahih al-Bukhari, 4/129)

Fuwaisiqah itu isim tasgir dari fasik. Secara etimologi bermakna keluar dari garis lurus. Karena itu orang yang bermaksiat disebut dengan orang fasik. Tikus disebut fasik dalam hadis, karena sifatnya jika keluar dari kandangnya biasa membuat kerusakan (an-Nihayah fi Gharib al-Hadits, 1/635)

Imam Nawawi dalam syarah sahih Muslim, memasukan cecak sebagai al-wazagh, sedangkan tokek (sam al-abras) termasuk jenis besar jadi al-wazagh. Secara ilmu taksonomi, Nama ilmiah tokek adalah Gecko gekko, sedangkan nama ilmiah cicak Cosymbotus platyurus keduanya masih satu famili yaitu famili Geckonidae. Sebagaimana dalam bahasa arab keduanya masuk dalam kategori al-wazagh. Diantara bahaya cecak adalah kotorannya yang mengandung e coli yang mengandung racun dan dapat mengakibatkan keracuan.