Beranda Do'a Hukum Menambah Doa Jazakumullah Khairan

Hukum Menambah Doa Jazakumullah Khairan

1959
0
  1. Apakah boleh menambah kalimat doa’ jazakumullah khairan, menjadi jazakumullah khairan katsiran ?

Jawab :

Perhatikan dua hadis berikut :

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الأَنْصَارِيِّ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم : مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَلْيُجْزِئْهُ ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ مَا يُجْزِئُهُ فَلْيُثْنِ عَلَيْهِ ، فَإِنَّهُ إِذَا أَثْنَى فَقَدْ شَكَرَهُ ، وَإِنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ ، وَمَنْ تَحَلَّى بِمَا لَمْ يُعْطَ ، فَكَأَنَّمَا لَبِسَ ثَوْبَيْ زُورٍ

“Siapa yang memperoleh kebaikan dari orang lain, hendaknya dia membalasnya. Jika tidak menemukan sesuatu untuk membalasnya, hendaklah dia memuji orang tersebut, karena jika dia memujinya maka dia telah mensyukurinya. Jika dia menyembunyikannya, berarti dia telah mengingkari kebaikannya. Seorang yang berhias terhadap suatu (kebaikan) yang tidak dia kerjakan atau miliki, seakan-akan ia memakai dua helai pakaian kepalsuan.” (H.R. Bukhari, al-Adab al-Mufrad, 84).

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنِ اسْتَعَاذَ بِاللَّهِ فَأَعِيذُوهُ، وَمَنْ سَأَلَكُمْ بِاللَّهِ فَأَعْطُوهُ، وَمَنْ دَعَاكُمْ فَأَجِيبُوهُ، وَمَنْ أَتَى إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُوهُ، فَادْعُوا لَهُ، حَتَّى تَعْلَمُوا أَنْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ

Dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda: “Siapa yang memintamu perlindungan dengan menyebut nama Allah maka berilah dia perlindungan. Dan barangsiapa yang meminta kepada kalian dengan menyebut nama Allah maka berikanlah dan siapa yang datang kepada kalian dengan membawa kebaikan maka balaslah (kebaikannya), jika kalian tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya maka doakanlah kebaikan baginya hingga kalian merasa telah membalas kebaikannya.” (H.R. Ahmad, Musnad Ahmad, 9/266, Sahih)

Apabila ada orang yang berbuat kebaikan kepada kita, maka kita balas kebaikan dengan yang lebih baik atau semisal dengan kebaikan yang kita terima, namun jika tidak dapat terpenuhi, maka doakan (kebaikan/pahala) baginya, sehingga kita merasa dengan doa tersebut sudah mencukupi kebaikan yang telah diberikan. Mendoakan orang yang berbuat baik kepada kita, boleh dengan redaksi dan bahasa apapun, selama difahami dan sesuai kebutuhan atau tujuan yaitu kebaikan dan pahala. Salah satu doa yang dianjurkan adalah doa para sahabat dibawah ini, pertama doa Usaid bin Hudair RA kepada Aisyah RA karena kebaikan Aisyah menanyakan masalah kesulitan tidak ada air untuk bersuci, kepada Rasulullah Saw, kemudian turunlah ayat tayammum.

فَقَالَ أُسَيْدُ بْنُ حُضَيْرٍ لِعَائِشَةَ جَزَاكِ اللَّهُ خَيْرًا فَوَاللَّهِ مَا نَزَلَ بِكِ أَمْرٌ تَكْرَهِينَهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ ذَلِكِ لَكِ وَلِلْمُسْلِمِينَ فِيهِ خَيْرًا

“Semoga Allah membalasmu dengan segala kebaikan. Sungguh demi Allah, tidaklah terjadi suatu peristiwa menimpa anda yang anda tidak sukai kecuali Allah menjadikannya untuk anda dan Kaum Muslimin sebagai kebaikan.” (H.R. Bukhari, Sahih al-Bukhari, 1/74)

Kedua, doa para sahabat kepada Umar bin Khattab ketika beliau sakit karena ditikam

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ حَضَرْتُ أَبِى حِينَ أُصِيبَ فَأَثْنَوْا عَلَيْهِ وَقَالُوا جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا

Ibnu Umar dia berkata, “Aku ikut hadir ketika ayahku kena musibah (ditikam oleh seseorang). Para sahabat beliau yang hadir ketika itu turut menghiburnya, kata mereka, “Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan (H.R. Muslim, Sahih Muslim, 4/6)

Dari dua keterangan diatas, dapat difahami bahwa redaksi kalimat doapun dhamir disesuaikan dengan objek orang yang didoakan, jika seorang perempuan maka doanya jazakillah khairan, seperti dalam kasus Usaid bin Hudair, jika seorang laki-laki, maka doanya jazakallah khairan. Jika banyak orang menjadi jazakumullah khairan.

Kesimpulannya, pertama, kita diperintahkan untuk membalas kebaikan orang lain, jika belum mampu maka doakan kebaikan. Kedua, redaksi doa boleh dengan susunan dan bahasa apapun selama sesuai kebutuhan atau tujuan. Ketiga, salah satu doa yang dipraktikan oleh para sahabat diantaranya ucapan jazakallah khairan/jazakillah khairan. Keempat, boleh menambah redaksi jazakallah khairan dengan kalimat lain, misalnya jazakallah khairan katsiran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here