Beranda Jual Beli Jual beli dengan cara kredit

Jual beli dengan cara kredit

1301
0
  1. Bagaimana hukum jual beli dengan harga yang berbeda antara cash dengan kredit (Mufti)

Jawab :

Asal dalam muamalah adalah boleh kecuali ada dalil yang melarangnya. Jual beli selama saling ridha, tidak ada maisir, tidak ada yang didzalimi dan dirugikan, tidak ada riba, gharar dan jahalah, maka jual belinya sah.

Jual beli kredit adalah transaksi jual beli dimana barang diterima pada waktu transaksi dengan harga yang lebih mahal dari pada harga tunai serta pembeli melunasi kewajibannya dengan cara angsuran tertentu dalam waktu jangka tertentu. Dengan demikian jual beli kredit hakikatnya lebih dekat kepada membeli barang dengan cara berhutang.

Hutang merupakan sesuatu yang harus dihindari oleh seorang muslim, namun dalam keadaan tertentu atau sangat membutuhkan, tiada jalan selain berhutang. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah berhutang dengan cara berangsur berdasarkan keterangan dari Aisyah

اشْتَرَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَهُودِيٍّ طَعَامًا بِنَسِيئَةٍ وَرَهَنَهُ دِرْعَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membeli makanan dari orang Yahudi secara angsuran dan menjaminnya dengan menggadaikan baju besi Beliau”. Hr Bukhari No. 1954

Bagaimana dengan kelebihan dari harga tunai ? Hal ini dikembalikan kepada prinsip saling ridho dan kejelasan akad. Penjual diuntungkan dengan adanya kelebihan, disisi yang lain pembelipun mendapat keuntungan dengan pembayaran secara angsuran.

Adapun jika kelebihan itu berdasarkan keterlambatan pembayaran, maka termasuk riba yang diharamkan.

Bagaimana maksud hadis larangan dua jual beli dalam satu transaksi ?

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعَتَيْنِ فِي بَيْعَةٍ

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang melakukan dua penjualan dalam satu kali transaksi. Hr Tirmidzi No. 1152

Jika difahami bahwa maksud dalam hadis tersebut adalah jual beli kredit, maka akan bertentangan dengan dalil yang lain, tentang kebolehannya. Maksud hadis tersebut adalah jika seorang penjual mengatakan bahwa barang jika tunai 1jt, jika kredit 1,5 jt. Kemudian keduannya, atau salah satunya meninggalkan tempat transaksi tanpa ada kesepakatan harga, sehingga terjadi ketidakjelasan atau gharar. Tapi jika ada kesepakatan dengan salah satu harga dan cara pembayarannya, maka jualbelinya sah.