Beranda Fikih Kaidah yakin tidak hilang dengan keraguan dan contohnya

Kaidah yakin tidak hilang dengan keraguan dan contohnya

1154
0

اليقين لا يزول بالشك


“Yakin tidak hilang dengan keraguan“

Makna Kaidah
اليَقِيْنُ secara bahasa artinya kemantapan hati, atau tetapnya sesuatu
يقن الماء في الحوض

“air itu teta di dalam kolam”. Yakin juga dapat diartikan dengan ilmu yang tidak ada keraguan di dalamnya. Adapun الشك secara bahasa artinya adalah keraguan. Maksudnya adalah keraguan dan kebimbangan terhadap dua hal yang tidak bisa dikuatkan salah satu dari keduanya.
Maksud Kaidah adalah jika telah yakin akan tetap tidaknya sesatu, maka tidak bisa dihilangkan atau berubah hukumnya dengan sesuatu yang meragukan yang datang kemudian. Keyakinan hanya bisa diubah dengan keyakinan pula.

Dalil Kaidah :

1. Firman Allah Ta’ala:

وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَنًّا إِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا

Artinya: “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran.” (QS. Yunus: 36)

2. Firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari persangkaan, sesungguhnya kebanyakan dari persangkaan itu adalah dosa.” (QS. Al-Hujurat: 12)

3. Hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ فِى بَطْنِهِ شَيْئًا فَأَشْكَلَ عَلَيْهِ أَخَرَجَ مِنْهُ شَىْءٌ أَمْ لاَ فَلاَ يَخْرُجَنَّ مِنَ الْمَسْجِدِ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا رواه مسلم

Artinya: “Apabila salah seorang dari kalian merasakan sesuatu dalam perutnya, kemudian dia kesulitan untuk memastikan apakah telah keluar sesuatu (kentut) atau belum, maka janganlah dia keluar dari masjid (membatalkan salatnya) hingga dia mendengar suara atau mencium bau.” (HR. Muslim: 362)

4. Hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

عَنْ عَبَّادٍ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَمِّهِ أَنَّهُ شَكَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلُ الَّذِي يُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهُ يَجِدُ الشَّيْءَ فِي الصَّلَاةِ فَقَالَ:لَا يَنْفَتِلْ أَوْ لَا يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا رواه البخاري ومسلم

Artinya: Dari ‘Abbad bin Tamim dari pamannya berkata, “Bahwasanya ada seseorang yang mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa dia merasakan seakan-akan ingin kentut di dalam salatnya. Maka Rasulullah bersabda, “Janganlah dia membatalkan salatnya hingga dia mendengar suara atau mencium bau.” (HR. Bukhari: 137 dan Muslim: 361)

5. Hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلاَتَهُ وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ رواه مسلم

Artinya: “Apabila salah seorang dari kalian ragu-ragu dalam salatnya, sehingga dia tidak tahu sudah berapa rakaat dia salat, maka hendaklah dia mengabaikan keraguannya dan melakukan yang dia yakini kemudian hendaklah dia sujud dua kali sebelum salam. Seandainya dia salat lima rakaat maka kedua sujud itu bisa menggenapkan salatnya, dan jikalau salatnya telah sempurna maka kedua sujud itu bisa membuat setan marah dan jengkel” (HR. Muslim: 571)

Penerapan Kaidah

1. Jika kita ragu rakaat, apakah tiga atau empat rakaat, maka yang pasti telah dikerjakan adalah tiga rakaat, sehingga ditambah satu rakaat lagi, kemudian sujud sahwi

2. Setelah berwudlu, tidak lama kemudian ragu, apakah berhadas ataukah tidak, maka pada asalnya telah berwudlu, adapun keraguan ada pada keadaan telah berhadas atau tidak, sehingga ditetapkan telah berwudlu dan tidak perlu mengulangi wudlunya.

3. Apabila seseorang telah yakin bahwa sebuah pakaian terkena najis, akan tetapi dia tidak tahu dibagian mana dari pakaian tersebut yang terkena najis maka dia harus mencuci pakaian itu seluruhnya.

4. Ketika thawaf ragu berapa kali putaran, apakah 6 atau 7 putaran, maka diambil yang paling sedikit, yaitu 6 putaran

5. Seorang perempuan telah sah menikah, namun dia ragu apakah suaminya telah mentalaknya atau tidak, maka pada awalnya dia tetap dalam ikatan pernikahan.

6. Seorang perempuan ditinggal lama oleh suaminya, tidak diketahui keadaan pria tersebut, apakah masih hidup atau tidak, maka karena ketika meninggalkan istri dalam keadaan hidup, maka status perempuan tersebut masih dalam ikatan pernikahan

7. Jika seseorang yakin dirinya telah berhutang, kemudian ragu, apakah dia telah membayar hutangnya atau belum, maka pada asalnya dia telah berhutang, maka wajib membayarnya. Kecuali pihak yang memberi hutang meyakinkan bahwa dia telah membayar hutangnya.

8. Bila seseorang yakin pakaiannya tidak terkena najis, kemudian dia ragu apakah pakaiannya terkena najis atau tidak, maka di hukumi pakaian tersebut tetap suci dari najis

9. Seseorang menumpangi pesawat terbang, namun dikabarkan pesawat tersebut telah jatuh di tengah lautan Samudra, tidak diketahui apakah dia masih hidup atau meninggal. Dari sisi kemungkinan hampir mendekati mustahil dapat selamat, maka mendekati tempat yakin, sehingga lebih dekat dihukumi meninggal, sehingga dapat dibagikan warisannya.

10. Seseorang meninggalkan rumah bertahun-tahun tanpa diketahui apakah masih hidup atau sudah meninggal, maka tidak boleh dibagikan hartanya secara waris, karena belum ada kepastian apakah masih hidup atau tidak. Namun pada asalnya ketika dia meninggalkan rumah dalam keadaan hidup.

11. Jika seseorang berniat saum lalu makan minum keadaan sahur, kemudian ragu apakah sudah masuk waktu fajar atau belum, maka ditetapkan masih dalam belum masuk fajar, dan sah saumnya.

12. Seorang perempuan haid, kemudian dia ragu apakah sudah bersih atau tidak, maka sebelum ada bukti jelas kepastian bersih dari haid, maka dihukumi tetap dalam keadaan haid, tetap haram salat, saum dan jima.

13. Dalam kasus hukum, maka diterapkan asas praduga tak bersalah, kecuali ada bukti dan saksi yang meyakinkan, sehingga dapat mengubah statusnya dari tidak bersalah menjadi terdakwa.

14. KPK menetapkan tersangka ketika sudah ada dua bukti yang meyakinkan, jika dua bukti tersebut tidak atau belum terpenuhi, maka statusnya tidak dapat jadi tersangka

15. Asal dalam makanan adalah halal kecuali ada bukti yang menunjukan keharamannya

Oleh : Ginanjar Nugraha