Beranda Akhlaq Larangan Qaza

Larangan Qaza

884
0

Mohon keterangan terkait dengan larangan qaza ? (telegram)

Sebagai seorang muslim, tentu mesti berakhlaq dan beradab secara islami. Islam sangat mengutamakan adab, diantara adab tersebut adalah adab berpenampilan. Salah satu adab dalam berpenampilan adalah merapikan rambut diantaranya dengan mencukurnya. Namun, dalam hal mencukur rambut, Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam melarang mencukur dengan cara qaza yaitu untuk mencukur rambut sebagian kepala namun tidak mencukur pada bagian yang lain. Berdasarkan hadis dari Abdullah bin Umar

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ الْقَزَعِ. قَالَ قُلْتُ لِنَافِعٍ وَمَا الْقَزَعُ قَالَ يُحْلَقُ بَعْضُ رَأْسِ الصَّبِىِّ وَيُتْرَكُ بَعْضٌ.

‘Umar bin Nafi’ dari Bapaknya dari Ibnu ‘Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang melakukan qaza’. Aku bertanya kepada Nafi’; ‘Apa itu qaza’? ‘ Nafi’ menjawab; ‘Mencukur sebagian rambut kepala anak dan membiarkannya sebagian yang lain (HR Muslim, Sahih Muslim, 6/164)

Walapun dalam hadis diatas disebutkan untuk rambut anak, namun larangan qaza berlaku secara umum, baik anak kecil maupun dewasa, laki-laki maupun perempuan. larangan qaza hukumnya makruh tanzih. Kecuali karena kebutuhan untuk tujuan pengobatan, maka dibolehkan. Sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk menghindari qaza, disamping tidak mencerminkan adab dan akhlak Islam, juga untuk menjaga muruah harga diri dan martabat seorang muslim dan tidak menyerupai golongan yang tidak mencerminkan akhlak yang baik, khususnya kepada generasi muda Islam.