Beranda Shalat Masbuk Ketika Imam Tawaruk

Masbuk Ketika Imam Tawaruk

2062
0

MASBUK KETIKA IMAM TAWARUK

Ketika imam dalam posisi tahiyat akhir sedangkan kita masbuq, apakah duduk tawaruk atau iftirasy? Wildan Karim

Jawab :
Salat merupakan salah satu rukun Islam yang telah rukun dan syaratnya oleh Allah dan Rasul-Nya. Karena itu dituntut untuk sesuai dengan kaifiyat Rasulullah Saw sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Malik bin al-Khuwairits
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat (H.R. Bukhari, Sahih al-Bukhari, 1/129)

salah satu keutamaan salat diantaranya adalah salat berjamaah. Adakalanya makmum mengikuti berjamaah dari awal, adakalanya terlambat sehingga hanya mengikuti sebagian rakaat saja karena sebab tertentu. Perlu difahami bahwa dalam salat berjamaah, dijadikan imam itu untuk diikuti gerakannya dan tidak mendahului gerakan kaifiyat salat imam. Berdsarkan hadis dari sahabat Abu Hurairah

إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ، فَلاَ تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ، فَإِذَا رَكَعَ، فَارْكَعُوا، وَإِذَا قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، فَقُولُوا: رَبَّنَا لَكَ الحَمْدُ، وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا، وَإِذَا صَلَّى جَالِسًا، فَصَلُّوا جُلُوسًا أَجْمَعُونَ،
Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam, bersabda,’Sesungguhnya dijadikan imam itu untuk diikuti, janganlah kalian menyalahinya, maka apabila imam rukuk, rukuklah kamu, apabila imam mengucapkan “sami’allohu liman hamidah’ maka ucapkanlah “robbana lakal hamdu”, apabila imam sujud, sujudlah kamu dan apabila imam salat sambil duduk, salatlah kamu sambil duduk semuanya”. (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, 1/145)

Dengan demikian, makmum wajib mengikuti gerakan imam. Namun jika imam melakukan gerakan kaifiyat salat yang tidak sesuai dengan sunnah, maka makmum tidak mengikuti gerakan imam tersebut. Karena itu, Batasan makmum mengikuti gerakan kaifiyat salat imam adalah selama sesuai dengan sunnah Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam yang dapat dipertanggungjawabkan secara dalil dan dalalah. Berdasarkan hadis dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda :
يُصَلُّونَ لَكُمْ، فَإِنْ أَصَابُوا فَلَكُمْ، وَإِنْ أَخْطَئُوا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ
,”Mereka mengimami kamu, jika mereka (salatnya) cocok (dengan sunnah) maka kamu mendapat pahala, tapi jika mereka melakukan kesalahan, kamu akan mendapat pahala sedangkan (dosanya) tanggung jawab mereka”. (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, 1/140)

Adapun jika makmum masbuk, maka setelah makmum takbiratul ihram, langsung mengikuti gerakan imam. Bila imam dalam keadaan rukuk, maka langsung rukuk, begitu pula dengan gerakan yang lain, ketika imam tahiyat dengan duduk tawaruk, maka makmum masbuk ikut duduk bertawaruk, bukan duduk iftirays. Berikut keterangannya, dari sahabat Muadz bin Jabal, Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا أَتَى أَحَدُكُمُ الصَّلَاةَ وَالإِمَامُ عَلَى حَالٍ فَلْيَصْنَعْ كَمَا يَصْنَعُ الإِمَامُ
“Apabila salah seorang dari kamu mendatangi salat (masbuq) sedangkan imam ada dalam suatu keadaan, maka lakukanlah seperti yang dilakukan oleh imam.” (HR. At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi, 2/486)

Kesimpulannya, Pertama, makmum mengikuti gerakan imam. Kedua, batasan mengikuti imam selama sesuai dengan sunah yang sahih. Ketiga, makmum masbuk mengikuti keadaan imam, setelah takbiratul ihram terlebih dahulu. Keempat, jika imam duduk tawaruk, maka makmum langsung duduk tawaruk, bukan duduk iftirasy.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here