Beranda Makanan dan Minuman Memakan telur dari bangkai

Memakan telur dari bangkai

953
0

Hukum memakan telur yang keluar dari bangkai binatang ? (Agus, Cianjur)

Asal seluruh makanan adalah halal kecuali ada dalil yang mengharamkan. Berikut diantara dalil asal semua makanan adalah halal

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (al-Baqarah: 168)

Adapun makanan yang diharamkan oleh al-Quran hanya empat saja. Dalilnya sebagai berikut
قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ
“Katakanlah:”Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang disembelih atas nama selain Allah”.(Al An’am :145)

Bangkai merupakan salah makanan yang diharamkan, yang dimaksud bangkai cakupannya yaitu

Pertama, binatang yang mati tanpa disembelih, seperti dicekik, dipukul dan lainnya atau mati sendiri. Kedua, disembelih dengan sembelihan tidak syar’i, seperti kambing yang disembelih orang musyrik. Ketiga, tidak menjadi halal dengan disembelih, seperti babi disembelih seorang muslim sesuai syarat penyembelihan syar’i. keempat, potongan tubuh dari binatang yang masih hidup.

Jika dipastikan telah menjadi telur lalu keluar dari bangkai, maka telur tersebut terpisah dari indukannya, sehingga hukumnya tidak mengikuti induknya. Dan kembali ke hukum asal dari makanan yaitu halal. Sedangkan jika masih belum dapat dipastikan telah menjadi telur atau baru bahan telur, maka belum terpisah dari indukannya, maka hukumnya mengikuti indukan. Sesuai kaidah
التابع تابع
Pengikut itu jadi pengikut (mengikuti hukum asal/indukan)

Jika indukan menjadi bangkai, maka bahan telurpun menjadi haram. Adapun terkait dengan najis, I’tibar dari dalil-dalil, maka najis terbagi menjadi tiga, pertama najis keyakinan, seperti keyakinan orang-orang kafir dan musyrik. Kedua, najis yang tidak boleh terbawa salat, seperti air kencing manusia, darah haid dan lainnya. Ketiga, najis yang tidak boleh dimakan, yaitu bangkai, babi, darah dan sembelihan untuk selain Allah (berhala dan lainnya). Bangkai merupakan najis yang tidak boleh dimakan, bukan najis yang tidak boleh terbawa salat. Adapun urine dan kotoran, maka kotoran hewan sifatnya kotor saja, tapi bukan najis yang tidak boleh terbawa salat. Karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah memerintahkan supaya berobat dengan air kencing unta. Dari sahabat Anas bin Malik

قَدِمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَوْمٌ مِنْ عُكْلٍ أَوْ عُرَيْنَةَ فَاجْتَوَوُا الْمَدِينَةَ فَأَمَرَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِلِقَاحٍ وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَشْرَبُوا مِنْ أَبْوَالِهَا وَأَلْبَانِهَا
Ada sejumlah orang dari suku Ukl dan Uranah yang datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun mereka mengalami sakit karena tidak betah di Madinah. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka untuk mendatangi kandang unta, dan menyuruh mereka untuk minum air kencingnya dan susunya. (HR. Bukhari, Sahih al-Bukhari 1/56)

Dengan demikian kesimpulannya jika dipastikan telah menjadi telur, karena telah terpisah dari induknya,yang menjadi bangkai, maka kembali kepada hukum asal makanan yaitu halal. Namun jika baru sebatas bahan telur atau belum bisa disebut telur, maka mengikuti hukum indukannya yang menjadi bangkai yaitu haram.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here