Beranda Thaharah Orang yang junub tidak najis

Orang yang junub tidak najis

930
0

Sebagian orang berpendapat, bahwa tubuh orang yang junub adalah najis ; tidak boleh disentuh, tidak boleh menyentuh al quran, dan tidak boleh masuk mesjid. Pendapat ini memahami hadats sama dengan najis. Orang yang berhadats adalah najis dan orang yang najis adalah berhadats.

Asumsi tersebut jelas keliru, karena najis dengan hadats jelas berbeda. hadast itu membatalkan shalat, wudu, dan tayamum, sedangkan najis tidak. Hadats bukan najis, dan najis bukan hadats. Orang yang berhadats shalatnya tidak akan diterima, sedangkan orang yang najis shalatnya sah tapi dia berdosa karena membawa najisnya. (lihat pembahasan tentang hadats dan najis)

Kemudian dalam sebuah hadis diterangkan, bahwa orang mukmin (meskipun junub) tidak najis dan tentu saja boleh disentuh. Perhatikan hadisnya ;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ لَقِيَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طَرِيقٍ مِنْ طُرُقِ الْمَدِينَةِ وَهُوَ جُنُبٌ فَانْسَلَّ فَذَهَبَ فَاغْتَسَلَ فَتَفَقَّدَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا جَاءَهُ قَالَ أَيْنَ كُنْتَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَقِيتَنِي وَأَنَا جُنُبٌ فَكَرِهْتُ أَنْ أُجَالِسَكَ حَتَّى أَغْتَسِلَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُبْحَانَ اللَّهِ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَا يَنْجُسُ * البخاري

dari Abu Hurairah bahwa ia ditemui Nabi saw. dalam keadaan junub di salah satu jalan di Madinah. Ia menyelinap pelan-pelan dan pergi mandi. Rasulullah saw. kehilangannya. Ketika ia datang beliau bertanya: Ke mana engkau, hai Abu Hurairah? Ia menjawab: Wahai Rasulullah, baginda bertemu saya, sedangkan saya dalam keadaan junub. Saya tidak senang menemani Anda sebelum saya mandi. Rasulullah saw. bersabda: Maha Suci Allah! Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis (HR bukhari)

Selain itu orang yang junubpun boleh menyentuh dan membaca al quran, karena tidak ada satupun ayat atau hadis yang shahih yang mentidakbolehkannya. Apalagi di zaman nabi al-quran-nyapun belum dimushafkan, maka larangan menyentuhnyapun jelas tidak ada.

Dan mengenai orang junub tidak boleh masuk mesjid, maksudnya tinggal diam (menetap) di dalamnya. Untuk hanya sekedar lewat justru diperbolehkan. Perhatikan ayatnya dengan lengkap ;

يا أيها الذين آمنوا لا تقربوا الصلاة وأنتم سكارى حتى تعلموا ما تقولون ولا جنبا إلا عابري سبيل حتى تغتسلوا …

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. (QS an nisa 43)

Kesimpulannya, orang yang junub tidak najis, mereka wajib mandi karena berhadats besar, dan tidak dilarang menyentuh ataupun membaca al quran.

Ust Muslim Nurdin (Tim Asatidz Ma’had Imam al-Bukhari)