Beranda Ilmu Hadis Rasionalitas Ilmu Hadis (3)

Rasionalitas Ilmu Hadis (3)

663
0

Salah satu sub bahasan dalam tema ilal hadis adalah kesalahan rawi dalam periwayatan

Sekelas jabal alhifdzi saja bisa salah, seperti imam Syu’bah bin Hajjaj, Sufyan Atsauri, Ibn al Mubarak, Sufyan bin Uyainah, al-Bukhari dan lainnya.

Ibnu al-Mubarak : “siapa yang dapat terlepas dari wahm?”

Ibnu Ma’in : “siapa yang tidak pernah salah dalam hadis, maka dia dusta”

Kesalahan tersebut dapat ditemukan dengan menelusuri dan mengumpulkan sanad dan matan, serta membandingkannya.

Secara personal, kesalahan tersebut tentu tidak berpengaruh terhadap kredibilitas, ilustrasinya 1 : 1000 misalnya. Manusiawi dan wajar. Walaupun tetap status hadisnya dikatakan dhoif syadd. Ketika bertentangan dengan yang lebih kuat.

Konon jumlah hadis yang ditakhrij syaikh al albani mencapai kira-kira 50rb. Salah satu pengkritik beliau yang terkenal diantaranya Syaikh Hassan assaqaf. Seandainya semua kritikan beliau terkait kontradiksi penilaian yang berjumlah 1400 hadis dianggap benar semua (padahal banyak juga kritikannya yang kurang tepat), maka hanya sekitar 2,8 % saja. Tapi bagi hater syaikh al albani, terjebak dalam kesalahan berlogika, dengan menggeneralisasi kesalahan serta mengganggapnya “kesalahan” yang unforgiveable.

Sebaliknya bagi para folower fanatik buta Syaikh al AlBani menganggap semua hadis yang ditakhrij olehnya 100 persen tepat dan benar, maka akan terjebak pada kesalahan yang sama. Sekelas amirul mukminin fil hadis saja bisa salah. Inshaf saja, dengan menempatkan para ulama pada tempat yang semestinya.

Rahimallahu as-Syaikh al-Albani rahmatan wasi’atan.