Beranda Ilmu Hadis Rasionalitas Ilmu Hadis

Rasionalitas Ilmu Hadis

1109
0

Ilmu Musthalah Hadits

Rasionalitas Ilmu Hadis

Ilmu hadis itu ilmu yang sangat rasional, misalnya kategori menentukan hadis sahih, hasan dan dhoif. Jika kita gunakan teori kemungkinan atau peluang misalnya dengan persentase 0-100% tergantung dari bukti-bukti dan petunjuk yang ada. Jika buktinya kuat maka jadi sahih (75-100%), jika buktinya cukup kuat, maka jadi hasan(50-75%).

Sedangkan jika buktinya lemah maka jadi dhoif. Dhoif terbagi menjadi 3 yaitu dhaif ringan (25-50), dhoif berat (0-25%) dan maudlu (0%). Dhoif ringan jika ada syahid atau mutabaah yang dapat dipertanggungjawabkan, maka naik jadi hasan ligoirih (50-75%) adapun dhoif berat tidak dapat naik derajat walaupun ada syawahid dan atau mutabaah, apalagi maudlu.

Persentasi hanya pendekatan saja, Intinya

1. jika sahih, maka secara yakin dipastikan nisbatnya kepada Rasul Saw, karena itu dapat dijadikan hujjah

2. Jika hasan, maka ghalabah dzan dinisbatkan kepada Rasul Saw, karena itu dapat dijadikan hujjah

3. Jika dhoif ringan, maka masih ihtimal, antara kemungkinan nisbat dan tidak. Karena itu tidak dapat dijadikan hujjah, kecuali ada penguat mutabaah dan atau syawahid yg dapat dipertanggungjawabkan.

4. Jika dhoif berat, maka kemungkinan nisbatnya kepada Nabi Saw sangat kecil, karena itu tidak dapat dijadikan hujjah dan dikuatkan.

5. Jika maudlu, maka kemungkinan nisbat kepada Nabi Saw mendekati nol sehingga tidak dapat dijadikan hujjah sama sekali.

Dengan demikian peran yang paling menentukan adalah qorinah dan pembuktian, dimana hal tersebut menentukan terhadap tashih, tahsin dan tadh’if

Wallahu a’lam

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here