Beranda Shalat Salam Pada Salat Janazah, satu atau dua kali ?

Salam Pada Salat Janazah, satu atau dua kali ?

891
0
  1. Ustad mau bertanya di dalam shalat jenazah, salam yang paling utama apa cukup sekali saja ke kanan atau ke kanan dan ke kiri, mohon penjelasan dari Hamba Allah Karawang

Jawab :

Perhatikan keterangan-keterangan berikut :

Dalil salam satu kali dalam salat janazah

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ فَكَبَّرَ عَلَيْهَا أَرْبَعًا وَسَلَّمَ تَسْلِيْمَةً

Dari Abu Hurairah r.a, “bahwa Rasulullah Saw shalat janazah beliau takbir empat kali dan salam satu kali”H.r. Al-Baihaqi, as-Sunanul Kubra, IV: 43

Dalam sanadnya ada rawi yang bernama Ibrahim bin Ismail bin Basyir  imam al-Azidi menilai para imam membicarakannya (kelemahan) (Mizan al-I’tidal 1/20)

عَنْ عُمَيْرِ بْنِ سَعِيدٍ : قَالَ صَلَّيْتُ خَلْفَ عَلِىِّ بْنِ أَبِى طَالِبٍ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى جَنَازَةِ يَزِيدَ بْنِ مُكَفَّفٍ فَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعًا وَسَلَّمَ وَاحِدَةً.

Dari Umair bin Said berkata : Aku salat di belakang Ali bin Abi Thalib RA atas jenazah Yazid bin Mukaffaf, kemudian beliau bertakbir sebanyak empat kali dan salam satu kali (H.R. al-Baihaqi, Sunan al-Kubra, 4/43)

Dalam sanadnya ada rawi yang bernama Hajjaj bin Arthah terkenal banyak melakukan tadlis diantaranya dari para rawi yang dhaif sebagaimana dinilai oleh imam Nasa’i. Nisbat tadlispun disebutkan oleh imam Ibnu al-Mubarak, Ibn al-Qathan, Yahya bin Ma’in, imam Ahmad dan Abu Hatim. Al-hafidz Ibnu Hajar menempatkannya pada thabaqah yang keempat diantara para mudallisin (thabaqah al-Mudallisin, 1/49). Dalam hadis diatas Hajjaj bin Arthah menggunakan shigat ‘An dari Umair bin Said sehingga hadisnya dinilai dhaif. Disamping itu juga hadisnya mauquf, hanya menerangkan perbuatan sahabat. Begitu juga atsar-atsar lain terkait salam satu kali dalam dalam salat jenazah diriwayatkan pula dari Ibnu Umar, Ibnu Abbas (dalam sanadnya ada Rawi yang lemah yaitu Ibrahim bin Muhajir), Jabir bin Abdullah, Anas bin Malik dan Abu Umamah bin Sahl semuanya tidak terlepas dari illat mauquf.

Adapun hadis yang secara marfu’ menunjukan kaifiyat salam salat jenazah adalah dua kali salam adalah sebagai berikut

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ ثَلاَثُ خِلاَلٍ كَانَ رَسُوْلُ الله  -صلى الله عليه وسلم-  يَفْعَلُهُنَّ تَرَكَهُنَّ النَّاسَ إِحْدَاهُنَّ التَّسْلِيْمُ عَلَى الْجَنَازَةِ مِثْلُ التَّسْلِيْمِ فِي الصَّلاَةِ

Dari Abdullah, ia berkata,  “Tiga perkara yang biasa dilakukan Rasulullah Saw yang ditinggalkan orang-orang;  salah satunya ialah salam atas janazah seperti salam pada shalat.” H.r. Al-Baihaqi, as-Sunanul Kubra, 4/43 dengan sanad yang hasan

Maksud sahabat Abdullah bin mas’ud tersebut ada dalam riwayat muslim yaitu

عَنْ أَبِى مَعْمَرٍ أَنَّ أَمِيرًا كَانَ بِمَكَّةَ يُسَلِّمُ تَسْلِيمَتَيْنِ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ أَنَّى عَلِقَهَا قَالَ الْحَكَمُ فِى حَدِيثِهِ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَفْعَلُهُ.

Dari Abu Ma;mar sesungguhnya seorang pemimpin Makah bersalam dengan dua kali salam (dalam salat) kemudian Abdullah bin Ma’ud berkata ; dari mana dia mendapatkan hal itu ? al-Hakam berkata dalam hadisnya “ Rasulullah Saw pernah melakukannya (H.R. Muslim, Sahih Muslim, 2/91)

Begitu juga dari sahabat Saad bin Abi Waqas

قَالَ كُنْتُ أَرَى رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ حَتَّى أَرَى بَيَاضَ خَدِّهِ.

Saad bin Abi Waqqas berkata : Aku melihat Rasulullah Saw melakukan salat dengan dua kali salam yaitu ke kanan dan ke kiri sehingga aku melihat pipinya yang putih (H.R. Muslim, Sahih Muslim, 2/91)

Dengan demikian kesimpulannya pendapat yang rajih terkait kaifiyat salam dalam salat jenazah adalah dua kali salam, yaitu ke kanan dan ke kiri.