Beranda Akidah Status Hadis Ruh Saling Berkunjung di Alam Kubur

Status Hadis Ruh Saling Berkunjung di Alam Kubur

1060
0


“hadis-hadis yang menyatakan orang yang sudah meninggal saling berkunjung di alam kubur, walaupun terdapat beberapa riwayat, namun sangat lemah dan tidak dapat menguatkan satu sama lain”

  1. Ada keterangan hadis bahwa anjuran memperbagus kafan, karena orang yang saling berkunjung dengan memakai kafan mereka. Apakah hadis tersebut dapat dipertanggungjawabkan ? Latif Garut

Jawab :

Hadis merupakan salah satu dari sumber hukum Islam dan menjadi dasar dalam beramal dan berkeyakinan. Karena itu hadis harus dipastikan berasal dari Rasul Saw dengan menguji kesahihannya, baik dari segi sanad maupun matan. Hadis yang anda tanyakan ada dalam kitab Musnad al-Firdaus karya ad-Dailami

75- قال : أخبرنا عبدوس بن عبد الله إجازة ، أخبرنا عم والدي علي بن عبد الله ابن عبدوس ، حدثنا عمر بن محمد الزيات ، حدثنا ابن ناجية ، حدثنا يونس بن محمد بن سابق ، حدثنا محمد بن فضيل ، عن محمد بن عبيد الله ، عن أبي الزبير ، عن جابر ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” أحسنوا كفن موتاكم فإنهم يتباهون ويتزاورون بها في قبورهم ” قلت محمد بن عبيد الله هو (1) .

Dari Jabir berkata Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam bersabda : “perbaguslah kafan bagi orang yang mati diantara kalian, karena sungguh mereka akan berbangga hati serta saling berkunjung di alam kubur (H.R. ad-Dailami, al-Gharaib al-Multaqatah min Musnad al-Firdaus, 75)

Hadis diatas mempunyai beberapa riwayat, imam as-Suyuti menilai hasan sahih secara keseluruhan jalan (alllai’ al-Masnu’ah, 4/101) begitu juga dengan Syaikh al-Al-Bani, menilainya secara keseluruhan jalan dengan sahih li ghoirih (as-Sahihah, 3/21)

Namun setelah diteliti kembali semua riwayatnya, tidak terlepas dari kelemahan yang berat, sehingga tidak dapat menguatkan satu sama lain. Hadis diatas dalam sanadnya ada Muhammad bin Ubaidillah al-Azrami, Imam al-Baihaqi menilainya dhaif, ditempat lain matruk, Imam ad-Daraqutni menyatakan bahwa Ibn al-Mubarak, Yahya al-Qathan dan Ibn Mahdi meninggalkannya (Mu’jam al-Jarh wa at-Ta’dil li Rijal as-Sunan al-Kubra, 149). Disamping itu, Muhammad bin Ubaidilllah al-Azrami ini menerima dari Abu Zubair, bertentangan dengan periwayatan Ibn Juraij dari Abu Zubair yang diriwayatkan imam Muslim. Dengan demikian masuk dalam kategori dhaif berat sehingga tidak dapat menguarkan maupun dikuatkan.

Terdapat tiga syahid bagi hadis diatas, dua hadis dari sahabat Abu Hurairah dan satu hadis dari sahabat Anas bin Malik

عَن أبي هريرة ، قال : قال رسول الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : حسنوا أكفان موتاكم فإنهم يتزاورون في قبورهم.

Dari Abu Hurairah berkata Rsulullah Sallallahu alaihi wa sallam bersabda perbaguslah (rapihkan) kafan orang yang meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka akan saling berkunjung di alam qubur (HR. Ibn ‘Adi, al-Kamil fi ad-Du’afa, 4/237)

Dalam sanadnya ada Sulaiman bin Arqam, imam Ahmad, Nasa’i dan ad-Daraquthni menilainya matruk, sehingga terkategori dhoif yang berat, tidak dapat menguatkan ataupun dikuatkan. (al-Maudhu’at, 3/241).

عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِذَا وَلِيَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُحْسِنْ كَفَنَهُ، فَإِنَّهُمْ يُبْعَثُونَ فِي أَكْفَانِهِمْ، وَيَتَزَاوَرُونَ فِي أَكْفَانِهِمْ “

Dari Anas bin Malik berkata Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam bersabda “apabila seseorang diantara kamu mengurus jenazah saudaranya, maka perbaguslah kafannya, karena sesungguhnya mereka akan dibangkitkan dengan memakai kain kafan, dan akan saling berkunjung dengan pakaian kafan mereka (H.R. al-Bagdadi, Tarikh Bagdad, 10/102)

Dalam sanadnya ada dua kelemahan, pertama Said bin Salam al-Atthar, Imam Ahmad “Kadzab” imam Bukhari menilai “Yadha’ al-hadits” (al-Maudlu’at, 3/241). Kedua, ada Abu Masarah, imam al-Uqaily menilai “la yutaba’ alaihi”. Dengan demikian hadis inipun tidak dapat dijadikan hujjah menguatkan ataupun dikuatkan saking lemahnya. Adapula hadis lain

، عن أبو هريرة، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” حسنوا أكفان موتاكم فإنهم يتزاورون في قبورهم “.

Perbaguslah kafan orang yang meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka saling berkunjung dalam di (alam) kubur mereka (al-Masyaikhah al-Bagdadiyah, 5/42)

Namun dalam sanadnya ada rawi bernama Umar bin Mudrik al-Razi, penilaian Imam al-Qa’nabi “dhaif” bahkan imam Yahya bin Ma’in “kadzdzab” (Mizan al-I’tidal, 3/223)

Adapun hadis yang dapat dipertanggungjawabkan sanad maupun matannya sebagai berikut :

جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يُحَدِّثُ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- خَطَبَ يَوْمًا فَذَكَرَ رَجُلاً مِنْ أَصْحَابِهِ قُبِضَ فَكُفِّنَ فِى كَفَنٍ غَيْرِ طَائِلٍ وَقُبِرَ لَيْلاً فَزَجَرَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُقْبَرَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهِ إِلاَّ أَنْ يُضْطَرَّ إِنْسَانٌ إِلَى ذَلِكَ وَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا كَفَّنَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُحَسِّنْ كَفَنَهُ ».

Jabir bin Abdullah menceritakan bahwa pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah lalu menyebutkan kisah tentang salah seorang sahabatnya yang meninggal dan dikafani dengan kain yang tidak menutupi seluruh badannya, kemudian dimakamkan di malam hari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk menguburkannya di malam hari sampai dishalatkan, kecuali jika keadaannya sangat terpaksa, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian mengkafani saudaranya, maka hendaknya ia memperbagus (merapihkan) kafannya.” (Sahih Muslim, 3/50)

Kesimpulannya sejauh penelitian kami hadis-hadis yang menyatakan orang yang sudah meninggal saling berkunjung di alam kubur, walaupun terdapat beberapa riwayat, namun sangat lemah dan tidak dapat menguatkan satu sama lain. Adapun hadis yang mahfudz hanya memerintahkan memperbagus kafan, tidak ada tambahan, sesuai dengan riwayat imam Muslim.