Beranda Kurban dan Aqiqah Sunah Tidak Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Pengurban

Sunah Tidak Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Pengurban

409
0

Diantara Sunah bagi orang yang akan berkurban adalah tidak memotong rambut dan kukunya semenjak tanggal 1 Zulhijjah, dimulai dengan waktu magrib sampai binatang kurbannya disembelih. Hukumnya sunah, sebaliknya bagi yang melanggar hukumnya makruh. Berdasarkan sabda Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam dari Ummu salamah

« إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ ».

“Jika kalian telah menyaksikan hilal Dzul Hijah (memasuki bulan Zulhijjah) dan kalian hendak berqurban, maka hendaklah shohibul qurban membiarkan (artinya tidak memotong) rambut dan kukunya.” (HR. Muslm, Sahih Muslim, 6/83)

Dalam lafazh yang lain, masih riwayat imam Muslim


مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

“Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban.” (HR. Muslim, Sahih Muslim, 6/83) 


Ginanjar Nugraha, Ma’had Imam al-Bukhari