Beranda Fikih Baligh bagi laki-laki dan Perempuan

Baligh bagi laki-laki dan Perempuan

798
0

Apa ukuran balig bagi laki-laki dan perempuan ? Sejak kapan dihitung pahala dan dosa ?

Setiap muslim jika telah dewasa dan berakal maka telah dibebani taklif atau syariat, maka mulai berlaku baginya pahala dan dosa. Sebaliknya jika belum dewasa dan tidak berakal, maka belum dibebani dosa atau mendapatkan pahala.

عَنْ عَلِيٍّ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ : عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ ، وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ.

dari Ali dari nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Pena pencatat amal dan dosa itu diangkat dari tiga golongan; orang tidur hingga ia bangun, anak kecil hingga ia bermimpi dan orang gila hingga ia berakal.” (HR Abu Dawud, 4/141)

tanda kedewasaan bagi laki-laki adalah dengan ihtilam atau mimpi basah keluar mani, sedangkan bagi perempuan adalah haid. Jika telah terjadi tanda kedewasaan diatas baik laki-laki atau perempuan, maka sudah tercatat baginya pahala dan dosa.

Adapun bagi yang belum atau tidak ihtilam atau haid, maka ukurannya adalah usia lima belas tahun. Berdasarkan hadis dari Ibn Umar

عَرَضَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ أُحُدٍ فِي الْقِتَالِ، وَأَنَا ابْنُ أَرْبَعَ عَشْرَةَ سَنَةً، فَلَمْ يُجِزْنِي، وَعَرَضَنِي يَوْمَ الْخَنْدَقِ، وَأَنَا ابْنُ خَمْسَ عَشْرَةَ سَنَةً، فَأَجَازَنِي، قَالَ نَافِعٌ: فَقَدِمْتُ عَلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَهُوَ يَوْمَئِذٍ خَلِيفَةٌ، فَحَدَّثْتُهُ هَذَا الْحَدِيثَ، فَقَالَ: إِنَّ هَذَا لَحَدٌّ بَيْنَ الصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ

”Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam menunjukku untuk ikut serta dalam perang Uhud, yang ketika itu usiaku empat belas tahun. Namun beliau tidak memperbolehkan aku. Dan kemudian beliau menunjukku kembali dalam perang Khandaq, yang ketika itu usiaku telah mencapai lima belas tahun.  Beliau pun memperbolehkanku”. Nafi’ (perowi hadits ini) berkata : “Aku menghadap Umar bin Abdul Aziz, pada saat itu beliau menjabat sebagai kholifah, lalu aku menceritakan hadits ini, lalu beliau (Umar bin Abdul Aziz) berkata : “Sesungguhnya ini adalah batas antara orang yang masih kecil dan sudah dewasa”. (HR. Bukhari no.2664 dan Muslim, no.1868)