Beranda Do'a Waktu, Ragam Bacaan dan Fadilah Tahmid I’tidal

Waktu, Ragam Bacaan dan Fadilah Tahmid I’tidal

2828
0

Waktu, Ragam Bacaan dan Fadilah Tahmid I’tidal

A. Waktu Membaca Tahmid

Dalam Salat berjamaah, Makmum membaca tahmid ketika imam selesai membaca sami’allahu liman hamidah

وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Dan bila imam membaca ‘SAMI’ALLAHULIMAN HAMIDAH’ maka ucapkanlah oleh kalian ‘RABBANA WA LAKAL HAMD’ (H.R. Bukhari, Sahih al-Bukhari, 1/147)

Adapun bagi imam dan orang yang salat munfarid (sendirian) dibaca setelah mengucap sami’allahu liman hamidah dalam keadaan berdiri sempurna.

B. Ragam bacaan tahmid dan doa

Adapun ragam bacaan tahmid berdasrkan hadis-hadis sahih adalah sebagai berikut :

Pertama, RABBANAA LAKAL HAMDU

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

(Ya Rabb kami, milik-Mu lah segala pujian) (H.R. Bukhari, Sahih al-Bukhari, 1/157)

Kedua, RABBANAA WA LAKAL HAMD’

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

 (Ya Rabb kami, dan milik-Mu lah segala pujian)  (H.R. Bukhari, Sahih al-Bukhari, 1/147)

Ketiga, ALLAAHUMMA RABBANAA LAKAL HAMD

اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

 (Ya Allah Rabb kami, milik-Mu lah segala pujian)  (H.R. Bukhari, Sahih al-Bukhari, 1/158)

Keempat, ALLAHUMMA RABBANAA WA LAKAL HAMD

اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

(Ya Allah Rabb kami, milik-Mu lah segala pujian)   (HR. Bukhari, Sahih al-Bukhari, 9/106)

Kelima, RABBANA WALAKAL HAMDU HAMDAN KATSIRAN THAYYIBAN MUBARAKAN FIIH

رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

 (Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian, aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah)  (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, 1/159)

Keenam, ALLAAHUMMA ROBBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWAATI WAL ARDHI, WAMIL’U MAA SYI’TA MIN SYAI’N BA’DU

اللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، مِلْءُ السَّمَاوَاتِ، وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

 (Ya Allah, Rabb kami, segala puji bagimu sepenuh langit dan bumi serta sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki setelah itu wahai Dzat yang berhak dipuji dan diagungkan)  (HR. Muslim, Sahih Muslim, 1/346)

Ketujuh, ALLAHUMMA ROBBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWAATI WAL ARDHI, WAMIL’U MAA SYI’TA MIN SYAI’N BA’DU, AHLATS TSANAA’I WAL MAJDI, LAA MAANI’A LIMAA A’THOITA WALAA MU’THIYA LIMAA MANA’TA WALAA YANFA’U DZAL JADDI MINKAL JADDU.

 اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ، أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ، وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ: اللهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ ”

 (Ya Allah, Rabb kami, segala puji bagimu sepenuh langit dan bumi serta sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki setelah itu wahai Dzat yang berhak dipuji dan diagungkan. Tidak ada penghalang untuk sesuatu yang Engkau beri, dan tidak ada pemberi untuk sesuatu yang Engkau halangi. Tidaklah bermanfaat harta orang yang kaya dari adzabmu) (HR. Muslim, Sahih Muslim, 1/347)

C. Fadilah Membaca Tahmid

Diantara fadilah membacanya adalah akan diampuni dosanya. Dari Abu Hurairah, Rasul sallallahu alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا قَالَ الْإِمَامُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Jika Imam mengucapkan ‘SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH (semoga Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya) ‘, maka ucapkanlah: ‘ALLAHUMMA RABBANAA LAKAL HAMDU (Wahai Rabb kami, bagi-Mu lah segala pujian) ‘.” Karena barangsiapa yang ucapannya bersamaan dengan ucapan Malaikat, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (H.R. Bukhari, Sahih al-Bukhari, 1/158)