Beranda Shalat Waktu Salat Dluha

Waktu Salat Dluha

925
0

Kapan awal dan akhir waktu dluha dimana didalamnya disunahkan salat?

Jawab :

Berikut adalah hadis-hadis terkait dengan waktu dluha dan batasannya

عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ السُّلَمِيِّ، أَنَّهُ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ اللَّيْلِ أَسْمَعُ؟ قَالَ: «جَوْفُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَصَلِّ مَا شِئْتَ، فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَكْتُوبَةٌ، حَتَّى تُصَلِّيَ الصُّبْحَ، ثُمَّ أَقْصِرْ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، فَتَرْتَفِعَ قِيسَ رُمْحٍ، أَوْ رُمْحَيْنِ، فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ، وَيُصَلِّي لَهَا الْكُفَّارُ، ثُمَّ صَلِّ مَا شِئْتَ، فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَكْتُوبَةٌ، حَتَّى يَعْدِلَ الرُّمْحُ ظِلَّهُ، ثُمَّ أَقْصِرْ، فَإِنَّ جَهَنَّمَ تُسْجَرُ، وَتُفْتَحُ أَبْوَابُهَا، فَإِذَا زَاغَتِ الشَّمْسُ، فَصَلِّ مَا شِئْتَ، فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ، حَتَّى تُصَلِّيَ الْعَصْرَ، ثُمَّ أَقْصِرْ، حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ، فَإِنَّهَا تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ، وَيُصَلِّي لَهَا الْكُفَّارُ».

Dari Amer bin ‘Abasah as-Sulamiy, ia berkata, aku bertanya kepada Rasululah Saw: “wahai Rasulullah, bagian malam yang manakah yang paling dekat kepada di ijabahnya do’a?” Beliau menjawab: “sepertiga malam akhir”, shalatlah sekehendakmu, sebab shalat di waktu itu di saksikan dan dicatat amal kebaikannya oleh malaikat, hingga engkau shalat shubuh. Kemudian janganlah melakukan shalat sampai matahari terbit maka dia meninggi seukuran tombak atau dua tombak, sebab ia terbit diantara dua tanduk setan, dan orang kafir melakukan shalat pada waktu itu, kemudian shalatlah sekehendakmu, sebab shalat di waktu itu (ketika matahari satu atau dua tombak) di saksikan dan dicatat amal kebaikannya oleh malaikat, hingga Tombak seimbang dengan bayangannya (maksudnya: hingga mendekati waktu Istiwa/Kulminasi). Kemudian (setelah itu)janganlah kalian melakukan shalat sebab neraka Jahannam sedang menyala-nyala, dan pintunya di buka. Bila matahari tela tergelincir, maka shalatlah sekehendakmu, sebab shalat di waktu itu di saksikan hingga engkau melakukan shalat Ashar. Kemudian janganlah melakukan shalat hingga matahari tenggelam, sebab ia tenggelam diantara dua tanduk setan, dan orang kafir melakukan shalat pada waktu itu. (HR. Abu Daud, Sunan Abu Daud II: 25)

عَنِ الْقَاسِمِ الشَّيْبَانِىِّ أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ ».

dari Al Qasim Asy Syaibani bahwa Zaid bin Arqam pernah melihat suatu kaum yang tengah mengerjakan shalat dhuha, lalu dia berkata; “Tidakkah mereka tahu bahwa shalat diluar waktu ini lebih utama? sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat awwabin (orang yang bertaubat) dikerjakan ketika anak unta mulai kepanasan.”HR. Muslim II: 171 no.1780

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ : أَنَّهُ رَأَى نَاسًا جُلُوسًا إِلَى قَاصٍّ فَلَمَّا طَلَعَتِ الشَّمْسُ ابْتَدَرُوا السَّوَارِى يُصَلُّونَ فَقَالَ زَيْدُ بْنُ أَرْقَمَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :« صَلاَةُ الأَوَّابِينَ إِذَا رَمِضَتِ الْفِصَالُ ».

dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang sedang duduk kepada seorang pembaca kisah, ketika telah terbit matahari mereka bersegera melaksanakan shalat. Maka Zaid bin Arqam berkata, Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Shalat Awwabin itu ketika anak unta menderum karena kepanasan”. (HR. al-Baihaqi, Sunan al-Kubra, 3/49)

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلى الله عَليه وسَلم أَتَى عَلَى مَسْجِدِ قُبَاءَ، أَوْ دَخَلَ مَسْجِدَ قُبَاءَ بَعْدَ مَا أَشْرَقَتِ الشَّمْسُ فَإِذَا هُمْ يُصَلُّونَ فَقَالَ إِنَّ صَلاَةَ الأَوَّابِينَ كَانُوا يُصَلُّونَهَا إِذَا رَمِضَتِ الْفِصَالُ

dari Zaid bin Arqam, bahwa Nabi Saw mendatangi masjid quba, atau masuk ke Masjid Quba, setelah terbit matahari. Ternyata mereka sedang shalat, maka ia berkata, sesungguhnya shalat Awwabin adalah ketika anak-anak unta menderum karena kepanasan.(HR. Ahmad IV: 374 no. 19366)

Dari hadis-hadis diatas dapat disimpulkan bahwa Waktu dluha dinyatakan masuk setelah terbit matahari. Setelah terbit matahari dipahami bila piringan matahari yang paling bawah telah menyentuh ufuk yakni 15 menit setelah syuruq. Waktu afdlal shalat dluha adalah saat anak unta kepanasan yakni sekitar jam 09.00-11.00. Waktu Dluha berakhir sampai beberapa saat sebelum kulminasi yakni 5 menit sebelum waktu zhuhur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here